Pages

Showing posts with label Percikan Iman. Show all posts
Showing posts with label Percikan Iman. Show all posts

August 22, 2012

Meski Satu Kata PERINGATAN


Kira-kira, diperlukan berapa kali peringatan yang harus diberikan oleh Allah Swt. agar seorang hamba dapat menobati semua dosa dan kesalahannya? Faktanya, manusia adalah makhluk yang suka membandel dengan semua peringatan atas dosa-dosanya. Meski teguran jelas-jelas datang untuk membuat jera, toh keesokan harinya, dosa serupa masih pula dilakukan. Lantas, masih pantaskah hamba serupa ini sekadar diperingatkan?


Allah Swt. telah mendatangkan penyakit sebagai peringatan atas buruknya pola hidup kita. Berbagai penyakit seperti darah tinggi, diabetes, bahkan serangan jantung merupakan manifes dari buruknya pola makan dan minum serta keengganan berolah raga yang seharusnya sudah menjadi hak raga kita. Yang lebih memprihatinkan yaitu ketika datangnya berbagai penyakit tersebut justru membuat kita kufur nikmat. Ya, tak jarang kita hanya bisa mengeluh karena sakit yang diderita, daripada mensyukuri nikmat sehat yang dulu pernah kita terima.

June 4, 2012

Tahukah Anda CEGAH HIPERTENSI DENGAN DZIKIR


Di kalangan medis, darah tinggi dikenal dengan istilah hipertensi. Hipertensi adalah sebuah penyakit yang populer di kalangan masyarakat kita, bahkan di dunia. Namun, tahukah Anda bahwa hipertensi merupakan penyakit yang relatif sulit disembuhkan secara optimal? Kunci menangani penyakit ini adalah dengan pencegahan. Pencegahan lebih efektif dan ampuh ketimbang menyembuhkan penyakit ini.

Secara medis, hipertensi dipengaruhi oleh dua variabel, yaitu curah jantung (cardiac output) dan tahanan pembuluh darah (resistensi pembuluh darah atau ketebalan pembuluh darah). Kedua variabel itu saling mempengaruhi satu sama lain. Bila jantung berkontraksi terlalu besar yang menyebabkan meningkatnya curah jantung, maka pembuluh darah akan menebal agar pembuluh tidak meledak karena aliran darah yang meningkat. Begitu pun sebaliknya, pembuluh darah yang menebal akan menyebabkan aliran mampet sehingga memaksa jantung untuk memompa lebih kencang.

March 30, 2012

Ramalan Kiamat Selalu Gagal, Pendeta Camping Mengaku Kapok


Setelah tiga kali gagal meramalkan datangnya hari Kiamat berdasarkan Bibel, Pendeta Harold Camping mengaku salah dan kapok.
Pendeta dari aliran Kristen Evangelis itu mengungkapkan penyesalannya dalam rilis bertajuk “An Important Letter from Mr Camping - March 2012” belum lama ini.
"Kami menyadari bahwa banyak orang berharap mereka akan mengetahui tanggal kedatangan Kristus," tulis Camping. "Kami dengan rendah hati mengakui kita salah dalam meramalkan waktunya,” ujar kakek berusia 90 ini dalam situs resminya, Family Radio International.
Pendeta asal California, Amerika Serikat ini juga mengakui bahwa dirinya tidak memiliki bukti akhir dunia akan datang dalam waktu dekat. Bahkan ia mengatakan tidak tertarik lagi untuk meramalkan tanggal kiamat yang diyakininya, setelah ramalan sebelumnya disebutnya salah.

March 29, 2012

Kisah Seorang Yahudi yang Mengislamkan Jutaan Orang


SI SUATU tempat di Prancis sekitar lima puluh tahun yang lalu, ada seorang berkebangsaan Turki berumur 50 tahun bernama Ibrahim. Ia adalah orangtua yang menjual makanan di sebuah toko makanan. Toko tersebut terletak di sebuah apartemen di mana salah satu penghuninya adalah keluarga Yahudi yang memiliki seorang anak bernama "Jad" berumur 7 tahun.

Jad, si anak Yahudi Hampir setiap hari mendatangi toko tempat di mana Ibrahim bekerja untuk membeli kebutuhan rumah. Setiap kali hendak keluar dari toko –dan Ibrahim dianggapnya lengah– Jad selalu mengambil sepotong cokelat milik Ibrahim tanpa seizinnya.

Pada suatu hari usai belanja, Jad lupa tidak mengambil cokelat ketika mau keluar, kemudian tiba-tiba Ibrahim memanggilnya dan memberitahu kalau ia lupa mengambil sepotong cokelat sebagaimana kebiasaannya. Jad kaget, karena ia mengira bahwa Ibrahim tidak mengetahui apa yang ia lakukan selama ini. Ia pun segera meminta maaf dan takut jika saja Ibrahim melaporkan perbuatannya tersebut kepada orangtuanya.

"Tidak apa, yang penting kamu berjanji untuk tidak mengambil sesuatu tanpa izin, dan setiap saat kamu mau keluar dari sini, ambillah sepotong cokelat, itu adalah milikmu”, ujar Jad sebagai tanda persetujun.

Waktu berlalu, tahun pun berganti dan Ibrahim yang seorang Muslim kini menjadi layaknya seorang ayah dan teman akrab bagi Jad si anak Yahudi

January 3, 2012

MENGAPA HARUS BERDOA?

Ketika Nabi Ibrahim akan menempatkan putranya yang masih bayi (Ismail) dan istrinya (Siti Hajar) di suatu lembah yang dikenal dengan sebutan Bakka, istrinya bertanya, “Allahu amaraka bi haadza (Apakah ini perintah Allah)?” Ibrahim menjawab, “Ya.” Mendengar jawaban ini, istrinya berkata, “Kalau begitu aku merasa tenang, karena aku yakin Allah tidak akan meninggalkanku.” Setelah meninggalkan mereka, Nabi Ibrahim a.s. berdoa, “Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.” (Q.S. Ibrahim [14]: 37)

Tidak lama setelah Nabi Ibrahim a.s. pergi, Ismail menangis kehausan. Melihat hal itu, Hajar berikhtiar mencari sumber air. Ia berlari ke bukit Shafa karena seperti melihat ada genangan air yang ternyata hanya fatamorgana. Hajar menoleh ke belakang dan seperti melihat ada genangan air di bukit Marwah yang lagi-lagi hanyalah fatamorgana. Hajar tidak putus asa, ia bolak-balik bukit Shafa dan Marwah hingga kelelahan luar biasa. Akhirnya, ia kembali menghampiri putranya yang terus-menerus menangis. Subhanallah, di dekat kaki putranya yang meronta, keluar mata air jernih yang sampai sekarang masih terus mengalir dan dikenal dengan sumur Zamzam.

January 2, 2012

BERSHALAWATLAH SEBAGAIMANA RASUL MENCONTOHKANNYA

Rindu kami padamu, ya Rasul
Rindu tiada terperi
Berabad jarak darimu, ya Rasul
Serasa dikau di sini

Cinta ikhlasmu pada manusia
Bagai cahaya suarga
Dapatkah kami membalas cintamu
Secara bersahaja

Rindu kami padamu, ya Rasul
Rindu tiada terperi
Berabad jarak darimu, ya Rasul
Serasa dikau di sini

Hati muslim mana yang tidak tergugah mendengar syair lagi Rindu Kami Padamu yang dipopulerkan oleh grup musik Bimbo? Lagu tersebut menggambarkan betapa kita (sebagai umat Islam) sangat merindukan sosok pemimpin yang sangat mencintai umatnya ini. Bagaimana tidak, hingga di akhir hayatnya pun, kalimat terakhir yang keluar dari mulut Rasulullah Saw. adalah “Ummatii, ummatii, ummatiii…” Ketika pemimpin lain sibuk mempersiapkan warisan untuk sanak keluarga di penghujung hayatnya, Rasulullah malah memikirkan umatnya yang membuktikan betapa besar cintanya kepada kita.

KAPAN TERAKHIR KALI KITA MEMUJI?

Sebagai makhluk sosial, kita tidak akan bisa hidup seorang diri. Kita akan selalu membutuhkan kehadiran orang lain di sekitar kita. Konsekuensi logis atas interaksi antara dua orang atau lebih adalah terjadinya komunikasi. Dan, pujian merupakan komunikasi positif yang diperlukan bagi manusia untuk membangun jiwa yang positif pula.

Pujian mungkin persoalan yang sepele. Mudah diucapkan dan lekat dengan keseharian kita. Tetapi sering kali, hal-hal sepele dan lekat dengan keseharianlah yang mudah sekali kita lupakan. Sudahkah kita sempatkan memuji istri yang setiap hari melayani keperluan kita? Sudahkah kita sediakan energi untuk memuji anak-anak kita? Sudahkah kita melapangkan hati untuk memuji kinerja karyawan kita? Sepele, sungguh sepele. Sayangnya, oleh karena sepele itulah, kita sering menyepelekannya. Kalau pun sempat kita lakukan, barangkali energi untuk mengungkapkan itu pun hanya sisa-sisa dari aktivitas kita yang lain.

Sebuah kisah yang dirangkum dalam seuah film Hollywood kiranya bisa memberikan pelajaran kepada kita bahwa seringkali yang membuat sesuatu berubah ke arah yang lebih baik—atau ke arah sebaliknya—adalah hal-hal yang sepele. Kisahnya sebagai berikut.
;